JeratPapua.ORG, Jayapura – Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Papua , Mnukwar Papua dan Yayasan AURIGA memperkenalkan Platform Mapbiomas Indonesia Sebagai Alat Monitoring Dinamika Tutupan Lahan di Papua Kepada Universitas , Pemerintah Provinsi Papua, dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua agar dapat dipahami manfaat dari platform Mapbiomas Indonesia sebagai basis data dan alat monitoring tutupan lahan serta tata guna lahan.
Hendrik Randongkur Kepala Bidang Pemetaan Jerat Papua menjelaskan Mapbiomas merupakan inisiatif pemetaan tutupan dan tata guna lahan yang dimulai di Brazil pada tahun 2015, dan ide tersebut disebarluaskan untuk dapat diterapkan di negara-negara lain.” Peluncuran Mapbiomas Indonesia Collection 1.0 akan menjadi pelopor dimana ide Mapbiomas diimplementasikan di luar Amerika Latin.”jelasnya senin, (4/3/2022)
Lanjut Hendrik tujuan diciptakannya Mapbiomas Indonesia adalah 1) mntuk memahami dinamika tutupan lahan dan tata guna lahan di Indonesia; 2) mengembangkan dan menerapkan metodologi yang cepat, andal dan berbiaya rendah untuk menganalisis tutupan dan tata guna lahan di Indonesia; 3) membangun jaringan kolaboratif untuk memetakan dinamika tutupan dan tata guna lahan di Indonesia.

Tujuan dari kegiatan ini kata Hendrik memperkenalkan platform Mapbiomas Indonesia sebagai alat monitoring tutupan dan tata guna lahan di Region Papua, selain itu ini juga sebagai pembedah peluang Mapbiomas Indonesia sebagai basis data untuk perencanaan pembangunan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan yang berbasis sumber daya alam, basis data serta indikator kerja-kerja pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.
Mapbiomas adalah inisiatif untuk memetakan tutupan lahan dan penggunaan lahan yang dimulai di Brasil pada tahun 2015 dan kini telah diterapkan di negara lain di Amerika Latin. Peluncuran MapBiomas Indonesia Collection 1.0 akan mempelopori penerapan metode inovatif MapBiomas di negara tropis lainnya.
“Mengembangkan dan menerapkan metodologi yang cepat, andal, dan berbiaya rendah untuk menganalisis tutupan dan penggunaan lahan di Indonesia. membangun jaringan kolaboratif untuk memetakan dinamika tutupan dan penggunaan lahan di Indonesia.” tegasnya.
Kegiatan MapBiomas Indonesia ini melibatkan sembilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal yang dikoordinir oleh Auriga Nusantara, dan terintegrasi dengan jaringan MapBiomas Global.
Dai laksanakan di beberabagi Universitas di Jayapura, Pemerintah daerah Provinsi Papua , serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua selama tiga hari .(nesta)